Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memampukan kami dalam menyelesaikan penulisan buku Kisah Si Mona ini. Kelahiran buku ini berangkat dari keprihatinan bahwa saat ini masih sedikit sekali buku-buku bacaan anak-anak yang mengandung muatan pendidikan dan pembangunan karakter bagi anak-anak.
Adik-adik, siapa yang tidak kesal kalau buku catatan yang selalu dirapi-rapikan ternyata ada orang yang berani mencorat-coretnya? Lebih kesal lagi ternyata, di luar perkiraan, yang tanganya usil tersebut adalah teman sebangkunya yang selama ini selalu baik-baik saja.
Ketika semangat cinta bangsa dan tanah air luntur. Ketika keserakahan dan egoisme tumbuh subur. Ketika keadilan terkubur. Ketika penegak hukum tertidur. Ketika penghormatan terhadap jasa para pahlawan lebur. Maka sudah seadilnya jika bangsa itu hancur. Ketika penulis menyusun buku ini, penulis mencermati bangsa semangat patriotisme bangsa ini jika tidak segera dibangkitkan kembali, bisa menyeba…
Banyak orang yang mengaku benar-benar ingin belajar menulis, sering bertanya kepada saya soal teknik-teknik penulisan. Pertanyaan dan jawaban dalam dialog antara saya dengan mereka itulah yang saya tuangkan dalam buku ini. Tentu saja baik pertanyaan mereka maupun jawaban yang saya berikan, sudah saya perbaiki dan saya kemas sedemikian rupa.
Liburan sekolah kali ini, Upi yang sebelumnya selalu berlibur ke luar negeri, kini berlibur di kampung halamanya. Di kampung halamanya dia mencoba mendapatkan bahan dasar pembuat jeli dari kulit jeruk bali. Bahan untuk pembuat jeli selama ini masih diimpor.
Banyak orang bilang bahwa menulis itu pekerjaan membosankan nomor wahid. Sungguh itu pendapat yang asal-asalan. Menulis merupakan kegiatan yang amat mengasyikan. Menulis sama nikmatnya dengan makan es krim. Kalian menikmatinya sampai jilatan terakhir. Kenikmatan itu terasa ketika kalian menulis karya ilmiah.
Keunikan buku-buku ini : 1. Dikemas untuk mengunggah minat anak-anak SD dan SMP. 2. Tema-tema yang diangkat sangat dekat dengan anak, sehingga sangat bermanfaat untuk dipraktikan sehari-hari. 3. Bahasa, ilustrasi, foto dan disain disesuaikan dengan tahapan perkembangan anak usia SD-SMP.
Cobalah kamu perhatikan gurumu yang mengajar dikelas. Ia mahir menyampaikan materi pelajaran sehingga kamu mampu menyerap isi pelajaran. Perhatikan pula pembina upacara yang biasa berpidato. Kamu dan teman-teman kamu secara saksama memperhatikan pembina upacara menyampaikan petuah-petuah bijaknya.
Puji syukur kami ucapkan atas segala karunianya yang membuat kelapangan dan kemudahan untuk dapat menyelesaikan buku ini dengan sebaik mungkin. Buku ini disusun agar siapa pun yang membaca akan mampu memahami begitu pentingnya sebuah kesusastraan, khususnya puisi dalam perkembangan sejarah bangsa ini.
Seni film adalah wakil pengungkapan perasaan keindahan akan kehidupan yang pada masa kontemporer direkam dalam perangkat digital. Seni film, untuk masa sekarang, bagi para peserta didik sekolah lanjutan, telah menjadi sebuah keniscayaan dalam keseharian mereka. Para peserta didik telah terbiasa mendapatkan perbagai informasi dan hiburan lewat film.