Namaku Telur! Dari hewan apapun, bentuk tubuhku selalu bulat agak lonjong. Warnakupun bermacam-macam, ada yang putih, hijau, coklat, bahkan ada yang bercak-bercak!
"Ke mana teman-temanku?" bentar Putri Raja pada dayang-dayangnya. Tidak ada satu pun yang berani menjawab. Putri Raja sering memamerkan mainan yang dimilikinya, tetapi tidak memperbolehkan mereka menyentuhnya. "Aku tak butuh teman-teman seperti mereka, lebih baik aku jadi layangan tanpa kawan." Para dayang tertegun mendengar ucapan sang Putri.
Begitu banyak kisah-kisah dan legenda yang tumbuh dan berkembang di masyarakat Indonesia, hampir setiap daerah pasti punya cerita masing-masing. Baik itu kisah tentang terjadinya suatu tempat, benda atau kisah-kisah panutan yang sering kita dengar, baik itu dari buku atau dongeng yang dituturkan oleh nenek moyang kita.
"Dita Tak Iri Lagi". Materi buku ini dikembangkan sebagai pengayaan fiksi mata pelajaran Bahasa Indonesia tingkat dasar. Buku ini di susun dan didesain dalam rangka meningkatkan minat baca pembaca. Melalui buku ini, diharapkan pembaca dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahamanya terhadap aspek-aspek Bahasa Indonesia, khususnya mengenai pelajaran mengarang.
Pindah ke lingkungan baru selalu menimbulkan perasaan cemas dan segan. Cemas memikirkan apakah di tempat baru akan menemui suasana dan teman-teman baru yang menyenangkan seperti di tempat lama dan segan meninggalkan kenangan indah yang telah terjalin.
Buku berjudul "Anak Kecil Bernama Bung Tomo", menceritakan tentang seorang anak bernama Tomo yang ditunjuk oleh pihak sekolah untuk ikut dalam lomba cerdas cermat memperingati hari Pahlawan. Bersama dengan Rangga dan Rani, Tomo satu tim dalam lomba cerdas cermat tersebut.
Amir bersama orang tuanya bertransmigran ke daerah Sumatera, tepatnya di daerah Kapaspadi. Ia seorang murid yang cerdas. Amir bersama temanya, Wage, Urip, Darmi, dan Anne berkeinginan untuk mendirikan taman bacaan bagi anak-anak sekolah di daerah transmigrasi Kapaspadi.
Ini kisah Diva si remaja cantik yang sekolah dan tinggal di pesantren. Ada berbagai cerita terjadi di sini. Ada kisah haru tentang persahabatan, kisah keberanian melawan kejahatan, bahkan kisah ... ehem, romantis! Eits, tapi ini bukan kisah romantis sembarangan lo!
Telah hadir satu lagi karya Supriyanto Djumadi (Dj) Manguntaruno, seorang penulis produktif yang sudah malang-melintang dalam menghasilikan karya tulis baik fiksi maupun non fiksi. Disela-sela aktivitasnya di Intansi pemerintah yang super sibuk dan kuliahnya di Program Doktor (S3) di Universitas Negeri Semarang (Unnes), beliau masih bisa meluangkan waktu untuk menulis karya tulis yang sangat be…